Friday, June 3, 2011

Memujuk Hati



Air matamu itu, biarkanlah ia mengalir sepuas-puasnya

Memujuk Hati

Seruan dan pujukan ini buat diri dan sahabat-sahabat seperjuangan sekalian,

Melalui jalan dan berada dalam bahtera ini kadang kalanya membuatkan jiwa dan hati kita tersentak, terguris dan terasa dengan pelbagai karenah manusia. Kerana kekurangan, kelemahan, kealpaan, dan kecuaian diri sendiri – kita sering kecewa dan dikecewakan. Apatah lagi, apabila mengenangkan diri yang mempunyai 1000 kesalahan, kesilapan, keaiban dan pelbagai rupa bentuk kelemahan yang “malu” untuk diketengahkan.

Dan, saat dan ketikanya – kita diuji dan diuji dengan kepedihan demi kepedihan. Bagi yang berkorban, mulai teretak dengan “kepedihan dalam berkorban”. Ketika diselubungi, kekecewaan, keputus asaan, dan kehibaan, maka hadapkan hatimu sepenuhnya kepada Allah SWT. Hadaplah ia dengan penuh kerendahan dan kehinaan.

Wahai diri dan wahai sahabat-sahabat seperjuangan,

Seorang Murabbi selalu berpesan agar banyakkan bersabar. Bersabar dan bersabarlah. Bersabarlah dalam kesabaran jika diuji, dicuba, dicabari, didugai dan disakiti.

Kata Murabbi : “ Wahai sahabat-sahabat, kuatkanlah kesabaran antum. Bersabarlah dan bersabarlah.”


Kesedihan, dan kekecewaanmu jangan dirungsingkan

Untaian madah pujukan kesabaran

Bersabarlah – sahabat - dalam menghadapi pelbagai keinginan, hajat dan kehendak perasaan,

Bersabarlah dalam memasang dan memendam kemuncak cita-cita , ia yang memerlukan banyak pengorbanan dan menuntut masa yang panjang untuk meraihnya.

Bersabarlah terhadap kelemahan, keaiban dan kekurangan diri serta teman-teman disamping mu

Bersabarlah dalam berhadapan dengan naluri kegopohan dan kebosanan, ia akan menghambatmu di saat-saat semangat memuncak tinggi

Bersabarlah terhadap keinginan manusia yang diselaputi kejahilan dan penyelewengan yang nyata, ia sering mengheretmu kelemahan penyesalan

Bersabar dan terus bersabarlah terhadap mereka yang terlalu mendesak - terburu-buru inginkan hasil yang segera

Bersabar - wahai diri- berhadapan dengan masalah kekurangan para pembantu, peneman dan penguat yang dekat disisi

Bersabarlah dengan kesabaran yang kuat ketika bermuhajadah melawan godaan syaitan di saat kesusahan dan kesempitan

Bersabarlah jua, ketika berada dalam titian perjuangan yang penuh warna suka dan duka

Bersabarlah juga untuk menelan segala kepahitan dalam berkorban

Bersabarlah di saat meraih kemenangan dan kejayaan yang hadir tanpa diduga

Bersabarlah dengan kurniaan kemewahan dan kesenangan yang dikurniakan olehNya

Bersabarlah juga agar sentiasa tetap memelihara hubungan hati dengan Allah SWT sehingga ke akhirnya

Bersabarlah, agar kesabaran ini akan menambahkan kesabaran demi kesabaran.

Bersabarlah agar kamu cekal dan tabah

Bersabarlah jika perasaan lemah mulai menghimpit diri

Bersabarlah jika kelemahan demi kelemahan menghambat diri

Penawar hati bagi yang resah durjana

Kesatlah linangan air matamu,
Tangisan dan esakan itu, harus segera dihindari.

Firman ALLAH (maksudnya)

“ Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

(Surah Ar-Rum (30) : 54)

Usah biarkan dirimu yang lemah ini terus menerus berada di lembah kelemahan. Jangan biarkan hari- hari yang berlalu ini berlepas pergi dengan tangisan, esakan dan teriakan keputusasaan yang melemahkan jiwa, semangat dan tekadmu.

Di sebalik kelemahan yang Allah ciptakan kepada kita Allah meniupkan kata-kata semangatNya dengan memujuk hati kita yg remuk-rendam.

Firman ALLAH (maksudnya):

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

(Surah Ali-Imran (3) : 139)


Semoga titipan ini memujuk dan melegakan sedikit perasaanku dan perasaan kalian.
Ah, benar. Bersabar itu perlukan tindakan. Bersabar untuk belajar bersabar.

No comments:

Post a Comment